Kajian Rutin Muslimat NU Ranting Ngelo: Belajar Istiqomah, Sabar Menjalani Taat dan Menjauhi Maksiat


Ngelo, Margomulyo – Jum'at, 07 Agustus 2026. Suasana penuh khidmat menyelimuti Balai Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, saat Pimpinan Ranting Muslimat NU Ngelo kembali menggelar Kajian Rutin yang dilaksanakan setiap Jum'at Legi bakda Shalat Jum'at. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kualitas ibadah masyarakat, khususnya kaum ibu Muslimat NU.

Pada kesempatan tersebut, kajian disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, selaku Ketua MWCNU Margomulyo, dengan mengangkat tema:

"Belajar Istiqomah, Sabar Menjalani Taat dan Menjauhi Maksiat."

Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa keistiqomahan bukanlah kemampuan melakukan amalan besar dalam waktu singkat, melainkan kemampuan menjaga amal kebaikan secara terus-menerus hingga akhir hayat.


Beliau mengingatkan bahwa kehidupan seorang mukmin akan selalu diuji dengan berbagai cobaan, godaan hawa nafsu, serta rayuan kemaksiatan. Oleh sebab itu, seseorang harus memiliki dua bekal utama, yaitu sabar dan istiqomah.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka tetap istiqomah, maka para malaikat turun kepada mereka seraya berkata: Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih hati, serta bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu."

(QS. Fussilat: 30)

Kiyai Badrun menjelaskan bahwa istiqomah bukan sekadar konsisten dalam ibadah ketika suasana mendukung, tetapi tetap teguh dalam ketaatan ketika menghadapi kesulitan, godaan, maupun ujian kehidupan.

Beliau juga mengingatkan firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

(QS. Ali 'Imran: 200)

Kesabaran, menurut beliau, bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan menahan diri untuk tetap berada di jalan Allah, baik ketika menjalankan perintah maupun meninggalkan larangan-Nya.


Rasulullah ﷺ juga memberikan pesan yang sangat agung tentang pentingnya istiqomah. Dari Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:


قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ، قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

"Aku berkata: Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya kepada siapa pun setelahmu. Beliau bersabda: 'Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah.'"

(HR. Muslim No. 38)


Beliau menambahkan bahwa amal yang paling dicintai Allah bukanlah yang paling banyak, tetapi yang dilakukan secara terus-menerus.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hikmah dari Para Ulama

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

الِاسْتِقَامَةُ لُزُومُ طَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى، وَهِيَ مِنْ جَوَامِعِ الْكَلِمِ، وَهِيَ نِظَامُ الْأُمُورِ


"Istiqomah adalah senantiasa menetapi ketaatan kepada Allah Ta'ala. Ia merupakan pokok segala kebaikan dan menjadi pengatur seluruh urusan agama."


Imam Ibnul Qayyim رحمه الله mengatakan:

الِاسْتِقَامَةُ هِيَ سَدَادُ الْقَلْبِ عَلَى التَّوْحِيدِ وَسَدَادُ الْجَوَارِحِ عَلَى الطَّاعَةِ

"Istiqomah adalah lurusnya hati di atas tauhid serta lurusnya seluruh anggota badan dalam menjalankan ketaatan."


Imam Al-Ghazali رحمه الله berpesan:

الصَّبْرُ مِفْتَاحُ الْفَلَاحِ، وَلَا يَصِلُ الْعَبْدُ إِلَى اللَّهِ إِلَّا بِالصَّبْرِ

"Kesabaran adalah kunci keberuntungan. Seorang hamba tidak akan sampai kepada keridhaan Allah kecuali dengan kesabaran."

Di akhir pengajian, Kiyai Badrun Sulaiman mengajak seluruh jamaah Muslimat NU agar menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta membangun keluarga yang sakinah melalui semangat mengaji dan mengamalkan ilmu.


Beliau menegaskan bahwa kemuliaan seseorang bukan diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi dari kemampuannya mengamalkan ilmu tersebut secara istiqomah dalam kehidupan sehari-hari.


Kajian rutin yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muslimat NU Ngelo ini diharapkan terus menjadi cahaya dakwah yang menumbuhkan semangat beribadah, memperkuat ukhuwah, serta melahirkan pribadi-pribadi muslimah yang istiqomah dalam ketaatan, sabar menghadapi ujian, dan senantiasa menjauhi segala bentuk kemaksiatan demi meraih ridha Allah SWT.


"Istiqomah bukan tentang siapa yang paling cepat menuju kebaikan, tetapi siapa yang paling mampu bertahan di jalan Allah hingga akhir kehidupan." Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa diberi kekuatan untuk istiqomah dalam iman, ibadah, dan akhlak mulia. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.